Selasa, 04 Juni 2013

Kunci Kesuksesan: Perubahan


Saya beritahu satu rahasia kecil: semua orang ingin jadi sukses, tapi sedikit yang bersedia melakukan perubahan agar kesuksesan itu menjadi haknya. Ini adalah fakta menyedihkan yang selalu saya temui selama bertahun-tahun sebagai Love and Romance Coach bagi pria dan wanita di Indonesia. Tulisan saya kali ini akan membahas mengapa kesuksesan tanpa perubahan itu adalah hal yang mustahil.

Anda pasti sudah pernah dengar kisah tentang Thomas Alva Edison berhasil menciptakan bola lampu. Berdasarkan sejarah, Edison tekun sekali bereksperimen dengan bola lampu gasnya. Dia tidak hanya duduk diam saja di laboratoriumnya, melainkan berpetualang ke Cina, Jepang, Amerika, Jamaika, dan Burma untuk mencari serat yang tepat untuk dipijarkan di dalam bola lampu. Setelah 13 bulan bertubi-tubi mengalami kurang lebih 2000 eksperimen yang gagal, pada tanggal 21 Oktober 1879 Edison akhirnya sukses menciptakan bola lampu listrik idamannya.

Apa saja pelajaran yang Anda dapat dari kisah tersebut? Biasanya pesan tentang kegigihan, kesabaran, semangat, atau kekuatan untuk tidak menyerah pada kegagalan. Iya, ‘kan? Itu pesan yang sangat bagus, saya memang sangat setuju.

Tapi saya ingin mengingatkan sebuah hal baru: kisah itu juga mengingatkan pada Anda bahwa untuk mencapai kesuksesan, Thomas Alva Edison bersedia melakukan 2000 perubahan. Edison melakukan PERUBAHAN sebanyak 2000 kali pada rancangannya. Edison memutuskan untuk terus mengubah dan memperbaiki ribuan kali sampai akhirnya sukses itu menjadi hak dia.

Bulan Juli 2012 ini adalah bulan PERUBAHAN bagi ratusan pria dan wanita di Indonesia yang mengikuti seminar kami di Jakarta, Surabaya, Bandung, Jogjakarta, dan Samarinda. Pesan dari Revolusi Romansa adalah Anda tidak perlu melakukan perubahan bombastis untuk memperbaiki kehidupan romansa Anda. Yang Anda perlukan hanyalah perubahan minor di sana-sini, sama seperti Thomas Alva Edison melakukan modifikasi kecil di sana-sini dalam rancangan bola lampunya.

Misalnya ketika berada di Surabaya, saya mengingatkan para peserta seminar untuk mengangguk-anggukan kepala ketika sedang mendengarkan orang berbicara. Sebenarnya itu tidak perlu diajari, tapi kebanyakan dari kita merasa malas untuk melakukan hal sesederhana itu. Kita ingin hal-hal yang besar. Kita menginginkan perubahan yang heboh gila-gilaan, karena kita pikir itu yang membuat kita jadi lebih baik.

Sama sekali tidak demikian, Sobat. Kesuksesan Anda dalam bercinta tidak terjadi karena perubahan besar-besaran. Melainkan justru perubahan-perubahan kecil -misalnya pada pola pikir, persepsi pria-wanita, cara menghargai diri sendiri- yang dilakukan secara kontinyu. Lagipula, jika Anda mencari perubahan yang besar-besar, maka Anda sendiri jadi berat dan takut untuk beraksi. Akibatnya Anda jadi diam begitu-begitu saja.

Nah, saya tidak tahu bagaimana kondisi romansa Anda saat ini. Yang jelas jika Anda tergelincir berada di situs ini dan menghabiskan waktu membaca tulisan ini, itu pasti karena Anda merasa saya seperti sedang berbicara pada hati Anda yang terdalam. Hati Anda yang merindukan kesuksesan dalam bercinta, dan berkata lirih, “Sepertinya si Lex ini benar-benar mengerti apa yang saya alami dan saya butuhkan.”

Jika Anda merasa seperti itu, simak baik-baik lima hal yang saya bagikan berikut:


Kebiasaan Anda Menentukan Masa Depan Anda


Perhatikan hidup percintaan Anda selama ini. Amati apa yang biasa Anda lakukan setiap kali berinteraksi dengan wanita. Anda pasti punya kecenderungan mengulangi gaya yang sama, di momen yang sama, dengan ucapan yang sama. Misalnya Anda terbiasa untuk bersikap terlalu manis kepada gebetan. Atau Anda terbiasa mengiyakan permintaannya, sekalipun Anda sedang sibuk. Atau Anda terbiasa mentraktir gebetan sepenuhnya.

Catat semua kebiasaan-kebiasaan Anda tersebut. Daftarkan sebanyak mungkin. Dalam seminar Revolusi Romansa di berbagai kota, saya selalu meminta peserta menuliskan kebiasaan mereka saat PDKT dan dalam waktu seperempat jam biasanya terkumpul 20-30 item seperti itu. Biasa mereka sambil tertawa karena tidak menyangka ada banyak sekali hal-hal yang begitu terpola dan terduga mereka lalukan pada gebetan.

Tidak ada satu pun yang salah dengan daftar kebiasaan itu. Misalnya rajin bersikap romantis itu jelas adalah hal yang baik dan mulia. Tapi yang perlu Anda tanyakan pada diri sendiri adalah, “Apakah selama ini kebiasaan-kebiasaan ini efektif membawa saya pada hasil yang saya inginkan?” Kemungkinan besar jawabannya adalah tidak. Hayati pencerahan hati dan pikiran tersebut, karena kini saatnya bagi Anda untuk memutuskan apakah ingin terus melakukannya atau tidak.

Jika Anda terus melakukan kebiasaan-kebiasaan yang tidak efektif tersebut, maka Anda akan terus mendapatkan hasil-hasil yang tidak seperti Anda inginkan. Ibaratnya menonton siaran ulang pertandingan sepakbola beberapa kali, mungkinkah suatu saat hasil skor akhirnya berubah? Tentu tidak, ‘kan..

Jadi kebiasaan Anda sekarang menentukan masa depan Anda. Jika ingin terus seperti ini, silakan dilanjutkan 20-30 item kebiasaan tersebut. Jika ingin sukses, berarti saatnya melakukan perubahan-perubahan kecil dari item kebiasaan itu.


Informasi adalah Pencerahan, Bukan Perubahan

Artikel yang sedang Anda baca ini bisa membuat Anda merasa cerdas dan diperkaya. Tapi sayang sebatas itu saja. Informasi hanya bisa berguna jika Anda melakukan aksi-aksi yang sesuai dengannya. Mengkonsumsi informasi adalah titik awal terpenting untuk sebuah perubahan, tapi tetap belum terjadi perubahan apapun di dalamnya. Paling-paling Anda hanya merasa sudah berubah.

Sekian minggu telah lewat semenjak Revolusi Romansa di kota-kota besar Indonesia, dan saya mulai dikirimi segudang kisah-kisah praktek dari para peserta seminar. Ada satu yang baru saja masuk dari peserta di Samarinda dan berkomentar seperti ini,”Lex, saya terkagum-kagum setengah mati sewaktu mendengar pemaparan konsep di seminar kemarin.. dan ketika besoknya saya praktekkan, saya seratus kali lipat lebih terkagum-kagum lagi menikmati hasilnya! Saya benar-benar berubah menjadi orang yang lebih berkualitas, ada terlihat buktinya.. bukan cuma perasaan saya saja!”

Pengetahuan perlu diubah jadi pengalaman. Lakukan hal tersebut dengan memodifikasi pola pikir dan perilaku Anda di sana-sini. Perubahan sekecil apapun, ketika Anda praktekkan secara kontinyu, pasti akan memberi hasil yang nyata. Jika terlalu banyak membaca ilmu, Anda jadi bantet alias cerdas otak. Jika terlalu banyak yang diubah, Anda jadi kewalahan atau ketakutan.

Itu sebabnya selain seminar, Hitman System juga menyediakan workshop. Dalam seminar, Anda baru bisa mempraktekkan pengetahuan keesokan harinya, sendiri saja tanpa kehadiran instruktur. Sementara dalam workshop, Anda bisa langsung mempraktekkan perubahan-perubahan kecil pada saat kelas itu berlangsung, dengan tuntunan pribadi dari saya dan instruktur yang terlibat. Materi sama persis, namun intensitas perubahannya sangat berbeda.

Apa yang bisa Anda lakukan sekarang? Stop mengumpulkan informasi. Percuma saja mengalami pencerahan terus-menerus, karena malah jadi silau dan buta, tidak mampu berjalan melakukan apa-apa. Saatnya praktek apa pun yang sudah Anda baca di situs ini sampai hari ini. Atau jika sudah siap, langsung daftarkan diri Anda sekarang untuk mengikutiworkshop. Saya jamin Anda mengalami perubahan; jika tidak, investasi Anda akan saya kembalikan, penuh!.


Kenyamanan Adalah Musuh Dari Kesuksesan

Ini dia alasan mengapa orang malas berubah, sekalipun dia tahu perubahan akan membawa kesuksesan: karena berubah itu rasanya tidak nyaman. Bisa tidak nyaman karena Anda merasa sendirian. Bisa tidak nyaman karena lingkungan Anda menyatakan yang sebaliknya. Bisa juga tidak nyaman karena Anda kewalahan atau kelelahan.

Tidak heran hanya sedikit orang yang benar-benar mencapai kesuksesan, khususnya dalam bidang romansa. Kesuksesan itu sendiri memang terasa nyaman, namun jalan menuju puncak itu sama sekali tidak nyaman. Anda mesti berani menantang diri Anda untuk melakukan perubahan terus-menerus. Memperbaiki, mengevaluasi, memperbaiki, mengevaluasi. Tidak pernah beku kaku, selalu cair fleksibel.

Di tahun 2011 kemarin kita untuk pertama kalinya meluncurkan kelas untuk wanita, dinamakan Lovable Lady. Saya dan rekan-rekan instruktur Hitman System lainnya memberi orientasi pola pikir baru tentang bagaimana seorang wanita selayaknya bersikap agar lebih sukses dalam bercinta. Dan respon refleks mereka -tidak peduli diadakan di kota mana- adalah, “Ah, tapi aku ga nyaman kalau harus bersikap begitu..”

Secara refleks kita akan menolak ketidaknyamanan. Kita bahkan takut akan perubahan, karena merasa itu akan mengubah diri kita sepenuhnya. Tidak merasa jadi diri sendiri, begitu istilah populernya. Sahabat saya, Kei, sudah menjelaskan panjang lebar tentang hal itu di Mitos Be Yourself, jadi saya tidak akan bahas lagi. Yang saya bahas adalah refleks Anda yang selalu menghindari ketidaknyamanan.

Jika saya minta Anda untuk menyukai ataupun menikmati ketidaknyamanan, maka itu adalah perubahan pola pikir yang terlalu radikal. Sulit sekali untuk bisa menyukai hal-hal yang masih terasa asing, aneh, dan baru. Boro-boro menikmati, menjalaninya saja Anda merasa terpaksa. Itu sebabnya saya hanya meminta Anda merubah sedikit saja, yaitu latih diri Anda jadi nyaman dengan ketidaknyamanan.

Ya, Anda tidak salah baca: berlatihlah agar nyaman dengan ketidaknyamanan. Misalnya ketika dihantui emosi negatif seperti, “Aduh, saya tidak tahan lagi.. capek melakukan perubahan ini semua!” segera ucapkan, “Benar sih capek, dan proses yang melelahkan ini nantinya membuat saya menjadi orang yang lebih berharga.” Atau jika merasa tidak ada yang suportif, Anda bisa menghubungi rekan-rekan di Fanpage Hitman System dan mengungkapkan perasaan tersebut di sana.

Apapun ketidaknyamanan yang Anda rasakan, diakui saja, lalu diceritakan ke satu dua rekan Anda yang juga mengetahui Hitman System. Seiring waktu, fisiologi dan psikologi Anda jadi menerima ketidaknyamanan sebagai hal yang wajar dalam hidup. Anda merasa nyaman jika harus mengalami ketidaknyamanan. Dan jika itu sudah terjadi, tersenyumlah karena itu artinya Anda bisa konsisten hidup dalam perubahan demi perubahan sampai akhirnya kesuksesan itu datang dengan otomatis.

Mari kita kembali lagi ke kisah Thomas Alva Edison yang terus melakukan 2000 perubahan kecil demi menemukan bola lampu idamannya. Apakah Anda bersedia melakukan 2000 perubahan kecil demi menghadirkan kekasih dan cinta idaman Anda?

Jika Anda bersedia, saya ucapkan selamat. Berita bahagianya adalah memahami cinta tidak serumit memahami bola lampur pijar. Artinya Anda tidak perlu melakukan 2000 perubahan kecil untuk meningkatkan kualitas romansa. Tidak sampai ribuan, bahkan belasan puluhan saja tidak.

Hanya perlu tiga buah kunci pola pikir yang perlu dimodifikasi ke dalam hidup Anda, dan dengan sendirinya masa depan romansa Anda berubah drastis. Hanya saja, maaf saya tidak bisa sampaikan di artikel ini. Anda harus mencernanya sendiri berbentuk perubahan dan pengalaman dalam workshop, supaya Anda tidak hanya cerdas di kepala, tapi juga jenius dalam mengaplikasikannya. Lagipula Thomas Alva Edison pun ada bersabda, “Genius is one percent inspiration and ninety-nine percent perspiration.

Tetap semangat, walau keringat, adalah tanda orang hebat. :)

Sahabat perubahan,

Lex dePraxis 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar